Setiap daerah tentu saja memiliki sejarah masa lampau, sejarah kebudayaan masa lampau yang menjadi tolok ukur sejarah masa depan kita, sama halnya dengan daerah lain, Gorontalo pun memiliki kawasan wisata sejarah, dimana didalamnya terkandung sejarah kearifan lokal juga cerita-cerita orang terdahulu. Ada beberapa tempat sejarah di Gorontalo yang dijadikan kawasan wisata, yang istilahnya wisata sejarah. Tempat itu antara lain :
Benteng Otanaha
Benteng Otanaha dibangun sekitar tahun 1522 M oleh Raja Ilato (Raja Kilat) atas prakarsa para nahkoda kapal Portugis (Portugal saat ini) yang berlabuh dipelabuhan Gorontalo untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negeri dari serangan musuh.
Sebagaimana daerah lain, Portugis pun datang ke Gorontalo. Kedatangan mereka bukan untuk perang, menjajah Gorontalo, melainkan meminta izin Raja Ilato untuk melewati rute Gorontalo menuju Kwandang selanjutnya menyeberang sampai Filipina. Menurut cerita turun temurun, kerajaan Gorontalo merupakan wilayah paling aman untuk dilewati para pedagang, termasuk pertugis yang berlayar dari Maluku dan kawasan teluk Tomini.
Atas jaminan keamanan dari kerajaan Gorontalo itu, maka pertugis membangun benteng ini untuk melindungi tentara Gorontalo dari serbuan bajak laut, dan benteng itu selanjutnya diserahkan ke kerajaan Gorontalo sebagai penguasa sah didaerah Gorontalo. Hingga kini, benteng itu masih kokoh, berdiri diatas sebuah bukit dan menghadap ke danau limboto, dan berada dikeluarahan Lekobalo Kota Gorontalo.
Makam Keramat Ju Panggola
Bagi masyarakat Gorontalo, Ju Panggola bukan asing lagi, sebab nama ini sangat dikenal dimasyarakat Gorontalo. Ju panggola merupakan nama seorang Waliyullah (wali songo, di jawa). Arti Ju Panggola sendiri yaitu : Ju artinya ya,atau wahai, sementara Panggola berarti Pak Tua, secara keseluruhan berarti wahai Pak Tua. Menurut sejarah tertulis, bahwa Ju Panggola merupakan Raja Kilat atau Raja Ilato.
Dia adalah seorang Raja juga seorang Auliyya atau wali yang menyebarkan agama Islam di semenanjung Gorontalo sekitar tahun 1400 M, yang memiliki kesaktian yang tinggi. Karena beliau sebagai waliyullah di Gorontalo, maka kuburannya dianggap keramat, terlebih lagi kuburannya hingga kini menebarkan aroma wangi sejak dia meninggal. Lokasinya berada dipuncak gunung keluarahan Dembe Kota Gorontalo.
Monumen Pahlawan Nani Wartabone
Gorontalo telah merdeka sejak tanggal 23 januari 1942, ketika itu Jawa masih bergolak perang menuntut kemerdekaan. Nani Wartabone merupakan pahlawan yang menjadi pemimpin perebutan kekuasaan dari cengkraman kaum penjajah Belanda dan Jepang yang diikuti oleh tentara sekutu lainnya.
Rakyat Gorontalo saat itu bergerak secara horizontal, membumihanguskan camp tentara penjajah, sehingga penjajah pun terpaksa meninggalkan Gorontalo dengan sejuta kekalahan dan rasa malu. Lagu Indonesia Raya pertama kali dinyangikan secara serentak di Gorontalo, juga pertama kali bendera merah putih dikibarkan secara resmi di Gorontalo, pada tanggal 23 januari 1942, setelah usai perebutan kekuasaan dari penjajah dengan senjata mesin melawan senjata tradiisonal Bambu Runcing. Monumen ini dibangun adalah untuk menghormati dan mengenang Pahlawan Heroik Nani Wartabone, dan tempatnya berada dilapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo.
Benteng Orange
Setelah Benteng Otanaha, Portugis membangun Benteng Orange tidak jauh dari pelabuhan Kwandang, tujuannya pun sama yaitu untuk melindungi tentara dan pedagang Portugis yang melintasi Gorontalo. Karena dikawasan pelabuhan Kwandang pun waktu itu beredar isu ada pembajak dari Filipina.
Namun berkat bantuan keamanan Raja Gorontalo, pembajak pun dihancurkan dan jalur perdagangan pun aman diwilayah Gorontalo hingga Manado, melintasi wilayah kerajaan Minahasa dan Manado Tua. Namun, dengan masuknya tentara Belanda, benteng ini dikuasai. Hingga saat ini, benteng tersebut masih ada dan berada di Kwandang Gorontalo Uatara.
















3x ke Gorontalo tapi ga pernah kesana hehe. seringnya ke desa2, sawah2, ketemu penduduk, selesai, pulang.
dotgorontalo Reply:
Juni 28th, 2011 at 5:19 pm
@dhila13, siapa tau kali ke-4 dah bisa mengunjungi tmpat bersejarah di Gorontalo
Terakhir saya ke Gorontalo tahun 1999, Bentor belom ada, dan waktu itu masih gabung ke propinsi Sulawesi Utara, tentunya sekarang sudah ramai sekali
dotgorontalo Reply:
Juni 28th, 2011 at 5:22 pm
@Asrul, Gorontalo dah jd provinsi sjk 16 feb 2001 bentor pun setahun kemudian mulai populer, alhmdulillh gorontalo makin berkembang
baru tau nich,tentang beberapa sejarah di daerah gorontalo,
makasih sob infonya,hitung hitung nambah pengetahuan
dotgorontalo Reply:
Juni 28th, 2011 at 5:24 pm
@Margapura : sama-sama…. smg bisa berkunjung ke Gorontalo
Hebat Gorontalo…
dotgorontalo Reply:
Juni 28th, 2011 at 5:25 pm
@dildaar, terimakasih bro…
melihat letak geografis, seharusnya Gorontalo punya kesempatan lbh maju daripada provinsi lain di Sulawesi karena letaknya lbh terbuka ke arah negeri tetangga.
dotgorontalo Reply:
Juni 29th, 2011 at 2:34 pm
@berwisata, semoga Gorontalo akn lebih lagi kedepan
terimakasih kunjungannya
Foto terakhir mirip dgn benteng pendem cilacap, tapi yang di gorontalo sepertinya lebih terawat
dotgorontalo Reply:
Juni 29th, 2011 at 2:35 pm
@Afiliasi Pilihan, mungkin yg bangun adalah org yg sama
dibangun portugis maksudnya
Foto yang terakhir mirip dengan benteng pendem Cilacap. Tapi yang di Gorontalo lebih terawat kayaknya….
bagus gorontalo,semoga sejara-sejarah tetap di pelihara dengan baik
salam kenal
http://akhmadmukrofin.blogdetik.com
dotgorontalo Reply:
Juni 29th, 2011 at 2:36 pm
@akhmad mukrofin, semoga mas bro…
terimaksih dah singgah di Gorontalo
wah jdi kpngen ne ke grontalo
wah jd pngen ne prgi ke grontalo