Ti Yali, Nenek penjual kacang rebus, foto hdy/wawancara langsung di rumah admin

Ti Yali, Nenek penjual kacang rebus, foto hdy/wawancara langsung di rumah admin

Top Inspirasi DotGorontalo kali mengangkat seorang ibu tua yang kesehariannya keliling kampung untuk berjualan kacang. Tidak ada nama pasti dari nenek itu, hanya sapaan akrab kepada seorang ibu tua itu dengan sebutan “Ti Yali” dalam pengertian berarti tante. DotGorontalo lebih akrab menyebutnya nenek, berhubung beliau sudah tua, dan umurnya diperkirakan lebih dari 60 tahun.

Nenek yang sering disapa Ti Yali ini  berasal dari sebuah dusun kecil yang ada dipinggiran kota kabupaten Gorontalo, yang mereka sebut dusun Libuo. Hampir setiap hari nenek tua ini berjalan menyusuri jalan raya, masuk lorong keluar lorong bahkan tembus hingga ke kantor-kantor pemerintah. Dan yang dilakukannya adalah berjualan kacang rebus.

Kebetulan, sekitar pukul 11.00 siang tadi (minggu 09/10/2011) nenek tua itu mampir di rumah admin DotGorontalo, tujuannya pun seperti yang lainnya, yaitu menjual kacang rebus, yang dijunjungnya setiap hari naik kerumah-rumah. Maka dengan cepat pun saya (admin) meminta penghuni rumah menghargai si nenek itu, dengan cara membeli sedikit kacangnya dan melebihkan harganya untuk membantu si nenek tua itu.

Sedikit mewawancarai si nenek tua, yang juga tidak sendirian. Ti Yali berjalan bersama temannya yang mungkin usianya lebih tua dari Ti Yali, karena melihat fisiknya saja, rasanya tidak layak lagi baginya berjalan kaki menyusuri jalanan kota limboto untuk mendapatkan rupiah untuk menyambung hidup diusia senja.

berikut wawancaa admin dengan dua nenek tua itu, dalam bahasa Gorontalo namun telah diterjamahkan ke dalam bahasa Indonesia :

“Nek, hari ini udara sangat panas, bagaimana nenek bisa tahan?” Tanya Admin

“Ini sudah biasa Nak” Jawab si Nenek itu

“Iya, mau bagaimana lagi, saya juga harus tetap hidup, dan saya butuh makan, karena itu saya turun ke jalan, berjualan kacang supaya saya dapat uang” kata nenek itu kemudian tersenyum sambil menakar kacang dibeli oleh orang rumah.

“tapi kan nenek sudah tua, mestinya istirahat, biarlah anak-anak yang bekerja” Admin mencoba mengorek lebih dalam tentang nenek tua ini.

“Anak-anak semua sudah jauh, mereka sudah menikah, karena itu mereka tinggal dengan suami dan istri mereka, suami sudah lama tiada” Kata nenek itu tersenyum sambil memandang langit rumah.

“oh gitu ya nek, terus apa nenek tidak lelah setiap hari seperti ini?” Admin masih terus mengorek kehidupan nenek.

Meski sudah tak layak berjalan normal, nenek tua ini tetap berjalan menyambung hidup (foto by Hdy)

Meski sudah tak layak berjalan normal, nenek tua ini tetap berjalan menyambung hidup (foto by Hdy)

“Saya sudah tua, mungkin bagi orang lain, saya harusnya sudah istirahat dirumah, duduk manis dirumah, tetapi saya tidak bisa diam, saya hidup, saya menyambung hidup, dan saya harus mencari nafkah” Jawab si nenek itu seakan dia berbicara dengan saudaranya sendiri, bercanda, tertawa dan lain-lain. Yah, mungkin itu adalah kebiasaannya, merasa bersaudara dengan siapa saja meski ekonominya dibawah garis kemiskinan.

Satu hal yang bisa dipetik dari nenek itu, adalah usia bukanlah alasan. Tua, muda, kecil, besar atau apapun bentuknya, tidak ada alasan untuk tidak mencari nafkah.

“Mencari makan (nafkah) tidak harus seperti kamu yang masih muda, karena saya juga harus menyambung hidup, meski saya sudah tua, itu bukan alasan saya tidak mencari nafkah” Ungkapan nenek tua cukup menusuk jantung, betapa kuatnya kemauannya untuk bertahan hidup.

DotGorontalo menjadikannya Top Inspirasi, karena jiwanya yang gigih menyambung hidup, meski harus berjalan kaki puluhan kilometer untuk berjualan kacang rebus. Jika Ti Yali dan temannya, masig semangat mencari nafkah, bagaimana dengan kita yang masih muda?

Jangan mudah menyerah dengan apa yang terjadi pada diri kita. Allah selalu memerintahkan umat manusia untuk terus berusaha mencapai rezeki dan ridhoNya.

.

Top Insoirasi Edisi Minggu, 09/10/2011


4 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google